Jumat, 09 November 2012

SENI PATUNG DAN UKIR DI PAPUA


SENI PATUNG 

Patung yang berukuran besar disebut dengan mias sedangkan yang berukuran kecil disebut kawenak dan di daerah waigeo serta biak dikenal dengan patung-patung kuburan yang disebut korwar.biasanya  patung dari suku asmat mempunyai permukaan yang kasar sedangkan komoro dia mempunyai patung permukaan yang halus selain patung dipapua juaga terdapat dayung atau ombak,biasanya jika terdapat bulu burung kakatua itu dari suku asmat dan burungnya itu tidak sembarangan sedangkan suku dani biasanya polos.

Perahu asmat yaitu berfungsi sebagai alat transportasi sehari-hari suku asmat mempercayai bahwa perahu ini juga sebagai alat transportasi mereka kedunia lain dimana tempat nenek moyang mereka .karna suku asmat mempercayai adanya sirkus hidup dan kematian yang dimana orang yang suda mati dia akan kembali hidup dengan ada yang baru lahir.

Kapak batu yang berasal dari suku dani biasanya digunakan sebagai senjata atau untuk memotong dengan tanpa motif hanya ada anyaman sedangkan suku asmat mempunyai motif di bagian gagang dan tidak mempunyai anyaman.









SENI UKIR (SUKU ASMAT,SUKU BIAK,SUKU SERUI,SUKU SENTANI, DAN SUKU KAMORO)



Seni ukir selain mempunyai fungsi sebgai penghias diajuga dapat sebagai simbolis untuk mengundang kekuatan tertentu yang dibutuhkan. Ukiran-ukiran tersebut umumnya sebgai lambang kehadiran nenek moyang,lambang kekuatan hidup ,rasa tanggung jawab balasan dari orang yang hidup terhadap yang sudah meninggal, juga sebagai lambang kesuburan.jika anda melihat orang asmat sedang mengukir maka anda akan melihat ia memukul kayunya dan bernyanyi karna saat itu disedang memamnggil roh nenek moyang untuk memberikan imajinasi saat mengukir.

 




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar